KONJUNGSI TEMPORAL
Pengertian Konjungsi Temporal
Jika dilihat di KBBI, temporal adalah hal yang berhubungan dengan waktu.
Konjungsi temporal adalah kata penghubung yang berkenaan dengan waktu, baik dalam kalimat atau antarkalimat itu sendiri. Dengan kata lain, konjungsi temporal bisa disebut juga dengan konjungsi waktu.
Fungsi Konjungsi Temporal
Sesuai pengertiannya, konjungsi temporal memiliki dua fungsi. Fungsi pertama adalah untuk menghubungkan kalimat majemuk, baik yang sederajat maupun tidak sederajat. Kemudian, fungsi kedua adalah untuk menyatakan waktu.
Ciri-Ciri Konjungsi Temporal
Masing-masing konjungsi mempunyai karakteristik yang membedakannya dengan jenis yang lain.
• Konjungsi temporal berfungsi sebagai subjungtif dalam suatu kalimat. Subjungtif sendiri merupakan modus yang menyatakan kemungkinan tujuan. Penggunaan konjungsi temporal dalam kalimat membuat kalimat tersebut memiliki makna yang lengkap, koheren, dan mudah dipahami pembaca.
• Umumnya, konjungsi temporal bisa ditempatkan di mana saja. Baik itu di awal kalimat, maupun di akhir kalimat. Dengan syarat, selama pemilihan bentuk konjungsinya menyesuaikan makna kalimat yang disusun.
• Konjungsi temporal juga berfungsi sebagai tautan yang menghubungkan antara klausa dengan kalimat induk.
• Konjungsi temporal akan menghubungkan kalimat yang memiliki unsur waktu. Jadi, jika ada kalimat yang tidak ada pada batas waktu tertentu, konjungsi temporal tidak dapat digunakan.
Jenis-Jenis Konjungsi Temporal
Konjungsi temporal terbagi menjadi dua jenis, yakni konjungsi temporal sederajat dan konjungsi temporal tidak sederajat.
1. Konjungsi Sederajat Duniawi
Pada konjungsi temporal sederajat, konjungsi bersifat setara. Artinya, konjungsi ini Ditempatkan di tengah kalimat. Dengan kata lain, konjungsi menjadi penghubung di kalimat majemuk setara. Perlu diketahui pula bahwa konjungsi temporal sederajat ini tidak bisa diletakkan di awal atau akhir kalimat.
Contoh Konjungsi Temporal Sederajat
Adapun yang termasuk dalam contoh konjungsi temporal sederajat antara lain:
• kemudian
• lalu
• Selanjutnya
• setelahnya
• sebelumnya
2. Konjungsi Temporal Tidak Sederajat
Berbeda dengan konjungsi temporal sederajat, konjungsi temporal tidak sederajat ini menghubungkan beberapa kalimat (majemuk bertingkat dan/atau majemuk setara). Jenis konjungsi ini pun bisa diletakkan di awal, di tengah, maupun di akhir kalimat.
Contoh Konjungsi Temporal Tidak Sederajat
Adapun yang termasuk dalam contoh konjungsi temporal tidak sederajat antara lain:
• ketika
• sementara
• apabila
• saat
• sejak
Contoh Kalimat Konjungsi Temporal Sederajat
Beberapa contoh kalimat yang menggunakan konjungsi temporal sederajat, antara lain:
• Setelah minyak sudah panas kemudian masukkan bumbu yang sudah ditumbuk halus.
• Hani kehilangan tasnya lalu ia segera melaporkan kejadian itu kepada polisi.
• Kondisi tubuhnya sudah membaik selanjutnya ia akan dipindahkan ke ruang perawatan umum.
• Ratu mengikuti kegiatan paskribra siang ini setelahnya ia berlatih pencak silat bersama teman-temannya.
• Perutnya masih terasa sakit padahal sebelumnya ia sudah berobat ke dokter minggu lalu.
Contoh Kalimat Konjungsi Temporal Tidak Sederajat
Beberapa contoh kalimat yang menggunakan konjungsi temporal tidak sederajat, antara lain:
• Ayah berangkat bekerja ketika adik sedang tertidur.
• Sementara air direbus, siapkan bahan-bahan lain seperti gula, garam, dan penyedap.
• Apabila hari mulai gelap, lampu di jalan itu mulai menyala.
• Adik terbangun dari tidurnya saat mendengar suara ayah memanggil namanya.
• Sejak kemarin, kota itu diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.
• Ketika aku tiba di rumah, dia sudah pergi ke sekolah.
Sumber:
https://www.ruangguru.com/blog/konjungsi-temporal
https://pin.it/17wrqS7ZS

Komentar
Posting Komentar